%AM, %03 %486 %2019 %10:%Apr

Sisi Unik MUNAS PJI. "Petahana" tidak mencalonkan diri, didaulat aklamasi jadi Ketua Umum PJI. Featured

Written by
Rate this item
(0 votes)

Munas II PJI (Musyawarah Nasional kedua Persatuan Jurnalis Indonesia), di Golf Graha Family-Club House Surabaya, 29-31 Maret 2019, dibuka Presiden RI diwakili Direktur Pengelolaan Media Kementerian Kominfo, Siti Meiningsih. Selain Siti Meiningsih, pembukaan Munas PJI dihadiri utusan Menteri Hukum dan HAM RI, Kapolri dan Kapolda Jatim yang diwakili Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Frans Barung Mangera, Hadir pula Direktur Narkoba Polda Jatim, perwakilan Pangdam V Brawijaya, Danrem 084 Bhaskara Jaya, Bakesbangpol Provinsi Jatim, Kajati Jatim dan Kapolrestabes Surabaya.

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dari Kuala Lumpur mengirimkan Video dukungan dan ucapan selamat kepada PJI yang melaksanakan Munas dan Uji Kompetensi Wartawan PJI angkatan ke-3. Stanley, panggilan akrabnya, mengharap agar PJI menjadi konstituen Dewan Pers dan komunitas pers Indonesia.

Selengkapnya video dukungan Ketua Dewan Pers kepada PJI yang dikirimkan melalui Whatsapp Ketua Dewan Pers kepada Ketua Umum PJI Hartanto Boechori, Jum’at 29/3 jam 06.45;

“ Selamat pagi. Saya Yosep Adi Prasetyo, ketua Dewan Pers Republik Indonesia. Saat ini saya sedang ada di Kuala Lumpur untuk mengikuti acara UNESCO.

Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan selamat kepada rekan-rekan dari Persatuan jurnalis Indonesia (PJI) yang akan melakukan Munas dan melakukan Uji Kompetensi angkatan ke-3. Salam untuk seluruh para peserta maupun teman-teman yang akan mengikuti uji kompetensi.

Saya berharap PJI bisa menjadi bagian dari konstituen dewan pers dan komunitas pers Indonesia.

Saya mohon teman-teman meningkatkan profesionalitas, menjaga tinggi kode etik jurnalistik dan di dalam menjalankan pekerjaan-pekerjaan jurnalistik tetap mengacu kepada seluruh peraturan maupun ketentuan yang disepakati oleh komunitas pers, dalam hal ini adalah yang telah ditetapkan oleh Dewan Pers. Kenapa?!, karena pers Indonesia sedang menghadapi tantangan jaman yaitu teknologi dan perubahan-perubahan platform yang sedang marak, bukan hanya di Indonesia tapi di dunia dan itu menuntut profesionalisme tinggi dan ketaatan kepada kode etik jurnalistik.    

 

Sekali lagi, Selamat !, dari Kuala Lumpur ".

 

Munas II PJI dengan agenda utama memilih Ketua Umum PJI periode 2019-2024 itu, berlangsung unik. Hartanto Boechori, Ketua Umum PJI yang menyatakan demisioner, tidak mencalonkan diri, bahkan mempersilahkan kepada peserta Munas yang merasa mampu dan mau, agar mencalonkan diri menjadi Ketua Umum PJI. Namun ternyata, Boechori, panggilan Sang Ketua Umum demisioner, malah didaulat secara aklamasi menjadi Ketua Umum PJI periode 2019-2024.

Sebelumnya, Pimpinan Sidang, Acharuddin Loto, Agusman Saragih dan Eed Whiradmana mencalonkan 2 orang pendiri PJI; Amir Chandra dan Agus Purwanto, namun diprotes delegasi Provinsi NTT, Gabriel Langga. Langga meminta agar calon Ketua Umum PJI didulang dari peserta Munas. Bukan ditentukan Pimpinan Sidang.

Pimpinan Sidangpun mempersilahkan semua peserta Munas mencalonkan diri. Ternyata tidak ada yang mencalonkan diri, malahan para delegasi Provinsi/Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten/Kota, mendukung agar Ketua Umum demisioner, Hartanto Boechori, menjadi Ketua Umum PJI.

Diawali delegasi Provinsi NTT, dilanjutkan delegasi Provinsi Maluku Utara, Kalimantan Timur, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI, Banten, Sulawesi Selatan, NTB, beberapa delegasi Kabupaten/Kota dan ditutup delegasi DPP PJI. Seluruhnya mendapuk Hartanto Boechori menjadi Ketua Umum PJI. Hanya perwakilan PJI Provinsi Jambi berhalangan hadir. Awalnya Provinsi Jambi akan memberangkatkan 3 delegasinya.

2 orang pendiri PJI yang dicalonkan, menyatakan ketidak sanggupannya dan mendukung Hartanto Boechori menjadi Ketua Umum PJI.

Atas desakan peserta Munas, Pimpinan Sidang “menodong” Boechori, untuk bersedia menjadi Ketua umum PJI. Alhasil Hartanto Boechori ditetapkan sebagai Ketua Umum PJI periode 2019-2024 secara aklamasi.

Acara diawali penampilan Reog Ponorogo ‘Kyai Langgeng’ dan penari Remo cilik berbakat, ‘Keyla’, nama panggilan Rajni Maerel Kalyanatitah, dilanjutkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan Kode Etik Jurnalistik, sambutan Ketua Panitia dan Ketua Umum PJI, sambutan Presiden RI diwakili Siti Meiningsih dan sambutan Kapolri diwakili Kombes Pol Frans Barung Mangera. Penyerahan kenang-kenangan diserahkan ketua Umum PJI kepada semua Pejabat yang hadir

Jum’at 29/3/2019 jam 10.30, Munas II PJI dibuka dengan pemukulan gong sebanyak 5 kali oleh Siti Meiningsih mewakili Presiden RI, disambung Sholat Jum’at dan istirahat makan siang.

Agenda utama Munas, pemilihan Ketua Umum PJI, dimulai 13.00 dan 17.30 ditutup oleh Hartanto Boechori selaku Ketua Umum PJI terpilih.

Munas PJI itu dirangkai dengan kegiatan Uji Kompetensi Wartawan PJI angkatan ke-3, didahului Pra Uji Kompetensi (29-31 Maret 2019). Dari 11 peserta UKW jenjang wartawan muda, seluruhnya (100%) dinyatakan kompeten/lulus oleh Arif Wibawa dan Agung Prabowo, Tim penguji dari UPN Veteran Yogyakarta. Pra UKW (29/3) dibimbing Susilastuti. Kegiatan kesekretariatan UKW dilaksanakan Nurgianto dari UPN dan Avan Oktabrian Buchori dari PJI.

Read 424 times Last modified on %AM, %07 %420 %2019 %09:%Apr

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.